Selasa, 21 Mei 2019

PUISIKU

                                       Hujan
                                                      karya elina hidayanti


Suara gemercik air
Yang mengalun indah di atas atap
Udara kembali dingin
Yang aku butuhkan adalah
Kehangatan secangkir kopi
Dan juga pelukan dari orang terkasih


                                Rasa dan Kagum
                                                       karya elina hidayanti

Kau membuat hati ini saling bersahutan penuh memujamu
Binar mata yang syahdu
Tatapan tajammu begitu juga sikapmu membuatku keliru
Senyum manismu yang meluluhkan hatiku
Apakah perasaanku dapat bersatu?


                                  Sebuah Rasa
                                                     Karya Elina Hidayanti

Terpaut  jauh
Antara kau dan aku
Rasa ini begitu sungguh-sungguh
Tiada hari tanpa merindu

Rasa itu datang tiba-tiba dan begitu menyiksa
Bagaimana aku harus menyikapinya ?
Apa aku harus bahagia gembira
Atau justu harus merana menderita

Aku merasa bingung
Dengan diriku sendiri
Aku termenung
Ketika sendiri, meratapi

Minggu, 19 Mei 2019

Biografi Chairil Anwar


BIOGRAFI CHAIRIL ANWAR


Chairil Anwar (lahir di Medan, 26 Juli 1922 – meninggal di Jakarta, 28 April 1949 pada umur 26 tahun), dijuluki sebagai "Si Binatang Jalang" (dari karyanya yang berjudul Aku), adalah penyair terkemuka Indonesia berdarah Minangkabau. Dia diperkirakan telah menulis 96 karya, termasuk 70 puisi. Bersama Asrul Sani dan Rivai Apin, dia dinobatkan oleh H.B. Jassin sebagai pelopor Angkatan '45 sekaligus puisi modern Indonesia.
Chairil Anwar dilahirkan di Medan, Sumatera Utara pada 26 Juli 1922. Dia merupakan anak satu-satunya dari pasangan Toeloes dan Saleha, keduanya berasal dari Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Jabatan terakhir ayahnya adalah sebagai bupati Indragiri, Riau. Dia masih memiliki pertalian keluarga dengan Soetan Sjahrir, Perdana Menteri pertama Indonesia. Sebagai anak tunggal, orang tuanya selalu memanjakannya, namun Chairil cenderung bersikap keras kepala dan tidak ingin kehilangan apapun; sedikit cerminan dari kepribadian orang tuanya.
Chairil Anwar mulai mengenyam pendidikan di Hollandsch-Inlandsche School (HIS), sekolah dasar untuk orang-orang pribumi pada masa penjajahan Belanda. Dia kemudian meneruskan pendidikannya di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO). Saat usianya mencapai 18 tahun, dia tidak lagi bersekolah. Chairil mengatakan bahwa sejak usia 15 tahun, dia telah bertekad menjadi seorang seniman.

Jumat, 17 Mei 2019

NEGOISASI (Pengertian, Struktur, Ciri)


Pengertian negosiasi
Negosiasi adalah bentuk interaksi sosial yang berfungsi untuk mencapai kesepakatan di antara pihak-pihak yang mempunyai kepentingan yang berbeda. Atau negosiasi menurut KBBI adalah proses tawar-menawar dengan jalan berunding untuk memberi atau menerima guna mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak dengan pihak lainnya. 

Struktur isi teks negosiasi
Struktur teks negosiasi Dalam dialog negosiasi antara pihak satu dan pihak dua dalam mencapai kesepakatan (bukan jual beli) terdiri dari tiga bagian yaitu pembukaan, isi dan penutup, sebagai berikut:
1.      Pembukaan
2.      Isi 
3.      Penutup

Sedangkan dalam teks dialog negosiasi antara penjual dan pembeli di pasar mempunyai struktur teks sebagai berikut:
  1. Orientasi : Pembukaan atau awalan dari percakapan sebuah negosiasi. Biasanya berupa kata salam, sapa dan sebagainya. 
  2. Permintaan : Di mana pihak yang ingin tahu menanyakan suatu barang atau permasalahan yang dihadapi. 
  3. Pemenuhan : Pihak yang terkait memberitahukan mengenai barang atau obyek agar orang yang diajak interaksi oleh pihak tersebut menjadi lebih paham.
  4. Penawaran : Suatu puncak dari negosiasi karena terjadi proses tawar menawar pihak satu dengan pihak yang lain untuk mendapat sebuah kesepakatan yang menguntungkan satu sama lain.
  5. Persetujuan : Kesepakatan atas hasil penawaran dari kedua belah pihak. 
  6. Pembelian : Terjadinya transaksi jual beli antara masing- masing pihak terkait. 
  7. Penutup : Mengakhiri dari sebuah percakapan antara kedua pihak untuk menyelesaikan suatu proses interaksi dalam negosiasi.
Ciri Umum teks negosiasi
Adapun secara umum ciri dari teks negosiasi adalah sebagai berikut: 

 1.      Negosiasi menghasilkan kesepakatan.  
 2.      Negosiasi menghasilkan keputusan yang saling menguntungkan.  
 3.      Negosiasi merupakan sarana untuk mencari penyelesaian atau jalan tengah.   
 4.      Negosiasi mengarah kepada tujuan praktik  
 5.      Negosiasi memprioritaskan kepentingan bersama. 
 6.      Negosiasi menyangkut suatu rencana yang belum terjadi  
 7.      Negosiasi selalu melibatkan dua belah pihak  
 8.      Negosiasi merupakan kegiatan komunikasi langsung. 
 9.      Teks negosiasi biasanya dalam bentuk dialog atau diubah menjadi monolog

Sabtu, 15 Desember 2018

MENYIMAK KOMPREHENSIF SEMINAR NASIONAL



SINERGI ANTARA BANGSA INDONESIA DAN BAHASA DAERAH UNTUK MEMBENTUK GENERASI EMAS INDONESIA

Pemakalah Utama:
1.      Prof. Dr. Teguh Supriyanto,M.Hum
2.      Dr. Burhan Eko Purwantu,M.Hum
3.      Prof. Dr. Dadang Sunendar,M.Hum
4.      Dr. Muhammad Rohmadi,M.Hum



SASTRA LOKAL DALAM ERA MILENIAL
Pemateri: Prof. Dr. Teguh Supriyantp,M.Hum


Gejala Era Milenial:
1.      Kesejagatan
2.      Pudarnya batas wilayah
3.      Tergerusnya identitas bangsa

Fenomena dalam Sastra:
1.      Tahun 80 an
2.      Tergugahnya para sastrawan
3.      Munculnya puisi esai
4.      Sastra lokal

Warna lokal yang di munculkan karya sastra:
1.      Unsur setting
2.      Gaya bahasa
3.      Tokoh




SRTUKTUR BAHASA INDONESIA DALAM GAYA BERPIKIR:
KAJIAN BERDASARKAN ANCAMAN RETORIKA TEKSTUAL
Pemateri: Dr. Burhan Eko Purwanto,M.Hum


LANDASAN TEORITIS
A.    Bahasa dan Pikiran
1.      Secara garis besar terdapat dua teori tentang hubungan bahasa dan pikiran, yakni teori instrumentalisma dan teori determinisme.
2.      Teori instrumentalisme memandang bahasa sebagai suatu alat untuk mengungkapkan pikiran, persepsi, dan perasaan (emosi)
3.      Teori determinisme berpendapat bahwa manusia hanya dapat berpikir, mempersepsi, dan merasakan karena adanya bahasa.
4.      Menurut teori instrumentalisme bahasa adalah suatu alat, sedangkan bagi teori determinisme bahasa adalah syarat untuk berpikir, mempersepsi, dan merasakan.
5.      Teori instrumentalisme tampaknya sangat kuat menguasai pengalaman sehari-hari dalam pemakaian bahasa, dan terasa pula dalam (kebanyakan) praktik pemikiran ilmiah.
6.      Oleh karena itu, teori instrumentalisme dipilih sebagai landasan teoritis dalam kerangka penelitian ini.
7.      Teori instrumentalisme tersebut adalah teori instumentalisme L.Svygotsky dan teori instrumentalisme J.Sbruner.

B.     Struktur Bahasa
1.      Bahasa ini milik manusia yang paling penting membedakannya dari binatang.
2.      Dengan bahasa manusia berkomunikasi, melahirkan perasaan, menyampaikan ilmu dan mengakumulasikannya, mengabdikan ilmu itu, menciptakan keindahan melalui kesusasteraan, menurunkan ilmu, kebudayaan, dan peradaban dari generasi ke generasi.
3.      Menurut fungsinya, bahasa adalah suatu srtuktur yang unik dari bunyi-bunyi ucapan yang dipilih dan disusun secara arbiter untuk dipakai masyarakat sebagai alat berkomunikasi.
  
C.     Gaya Berpikir
1.      Istilah gaya berpikir yang digunakan dalam kajian ini diambil dari istilah cognitive style.
2.      Menurut Guilford, gaya berpikir seseorang pada dasarnya dapat dibedakan atas dua golongan: gaya berpikir konvergen dan gaya berpikir deveregen.
3.      Pask membedakan dua kategori umum kompetensi mental yang terefleksi pada gaya berpikir individu: gaya berpikir serialis dan gaya berpikir holistis.
4.      Lipmam mengajukan konsep tentang higher-order thingking sebagai suatu fungsi dari berpikir kritis dan berpikir kreatif.
5.      Gaya berpikir linear dan gaya berpikir holistis menurut hudson memiliki karakteristik bipolar.
6.      Kebipolaran karakteristik dua gaya berpikir itu tampak dalam ciri masing-masing gaya berpikir.
7.      Gaya berpikir linear memperlihatkan arus ide secara lurus, sistematis, teratur, logis dan satu arah.
8.      Gaya berpikir holistis memperlihatkan arus ide tidak linear, mengacu ke berbagai arah, dan menitik beratkan kepada variabel secara keseluruhan.
9.      Dua gaya berpikir ini diguga terdapat dalam diri seseorang, akan tetapi dengan tingkat kualitas yang berbeda, bergantung pada kualitas keterlibatan fngsi otak belahan kiri atau kanan.

D.    Retorika Tekstual
1.      Retorika tekstual berkaitan dengan bagaimana menyusun teks/wacana dengan menggunakan bahsa.
2.      Retorika tekstual merupakan seperangkat prinsip yang terdiri atas empat prinsip dalam berbahasa:
a.       Usahakan agar teks itu jelas
b.      Usahakan agar teks itu dapat diproses dalam batas waktu kemampuan manusia
c.       Usahakan agar teks itu sungkat dan mudah dipahami
d.      Usahakan agar teks itu ekspresif 
3.      Untuk merangkup prinsip-prinsip Slobin, Leech (1983:96-107)
a.       Prinsip Prosesibilitas
1.      Prinsip ini mengandung pengertian bahwa tekas yang disajikan sedemikian rupa mudah dipahami pesannya bagi pembaca tepat pada waktunya.
2.      Dalam proses memahami pesan, pembaca harus menentukan:
a)      Bagaimana membagi pesan menjadi satuan-satuan,
b)      Bagaimana tingkat membagi-bagi pesan menjadi satuan-satuan, peranan masing-masing satuan, dan
c)      Bagaimana mengurutkan satuan-satuan itu.
b.      Proses Kejelasan
1)      Prinsip ini juga dapat diterapkan pada tataran kode yang berbeda, tetapi secara umum prinsip ini dapat dibagi menjadi dua maksim, yaitu:
a)      Maksim Kejernihan (Transparency Maxim)
b)      Maksim Ketaksaan (Ambiguity Maxim)
2)      Usahakan suatu hubungan yang langsung dan jelas/jernih antara struktur fonologis dengan struktur semantik (yaitu antara pesan dan teks)
3)      Hindarilah tuturan-tuturan yang taksa.
c.       Proses Ekonomi
1)      Prinsip ekonom merupakan prinsip yang sangat berharga , baik bagi penutur maupun penutur.
2)      Bila teks dapat dipersingkat tenpa merusak pesan maka waktu dan tenaga yang diperlukan untuk mengenkode dan mendekode juga dapat dihemat.
3)      Pada tataran fonologi’Prinsip Ekonomi’ menghendaki adanya pelepasan, asimilasi dan proses penyingkatan serta penyederhanaan yang lain.
d.      Prinsip Ekspresivitas
1)      Bila Prinsip Prosesibilitas, Prinsip Kejelasan,  dan Prinsip Ekonomi saja yang berfungsi sebagai faktor-faktor pragmatik yang mengatur bentuk teks, maka bahasa hanyalah merupakan transaksi-transaksi yang efisian tetapi yang tidak menarik.
2)      Dengan ‘Prinsip Ekspresivitas’ ini, tidak hanya efiensi teks yang dapat dipermasalahkan , tetapi juga keefektifan teks dalam arti yang luas dan yang meliputi aspek-aspek ekspresif dan estetis komunkasi.



INOVASI PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA UNTUK MEMBENTUK GENERASI EMAS
Pemateri: Dr. Muhammad Rohmadi,M.Hum

A.    Kondisi Era Digital
1.      Indonesia merupakan negara pengguna internet terbesar diindonesia
2.      Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) bersama Pusat Kajian Komunikasi (PUKAKOM) UI menjelaskan total pengguna internet di Indonesia perawal 2015 adalah 88.1 juta orang
3.      Berdasarkan hasil riset WEARESOCIAL.SG pada tahun 2017 tercatat 132 jt pengguna internet berarti naik sekitar 51%
4.      Generasi muda yang mengakses internet sekitar 70jt orang dan rata-rata menghabiskan  waktu sekitar 5jam untuk berselancar dengan internet
5.      Fakta menunjukan generasi anak indonesia yang mengakses situs-situs pornografi mencapai 25ribu anak per hari pada tahun 2017
6.      Perkembangan dunia digital sebagai peluang dan juga tantangan.

B.     Ciri-Ciri Generasi Milenial
1.      Gampang bosan pada barang yang dibeli
2.      No Gadget No Life
3.      Hobi melakukan pembayaran non-cash
4.      Suka yang serba cepat dan instan
5.      Memilih pengalaman daripada aset
6.      Berbeda perilaku dalam grup satu dan yang lain
7.      Jago multitasking
8.      Kritis terhadap fenomena sosial
9.      Dikit-dikit Posting

C.     Sasaran Literasi Digital Di Era Milenial
1.      Gerakan literasi digital di keluarga
2.      Gerakan literasi digital di sekolah
3.      Gerakan literasi digital di kampus
4.      Gerakan literasi di getal di masyarakat