Jumat, 14 Desember 2018

RESENSI dan PENILAIAN DRAMA



RESENSI DAN PENILAIAN DRAMA SEMESTER 5 A, B, C
                            
RAWA RONTEK
            Dalam drama “RAWA RONTEK” menceritakan tentang seorang gadis desa yang ingin memiliki wajah cantik, kulit putih dan mulus serta ingin memiliki kekayaan, tetapi ia tidak mau berusaha untuk mencapai semua keinginanya. Akhirnya gadis tersebut memilih jalan pintas yaitu dengan cara ritual pesugihan.
            Setelah mencapai keinginannya, gadis tersebut merasa paling cantik dan kaya. Gadis tersebut memamerkan kecantikan dan kekayaan yang ia miliki kepada warga desa, sehingga warga desa merasa geram kepada gadis tersebut. Kemudian terjadi keributan antara gadis dan warga desa sampai akhirnya salah satu warga desa yang tidak terima dengan kesombongan gadis itu menjadi korban pembunuhan yang di lakukan oleh gadis tersebut sebagai tumbal pesugihan.
            Esoknya, setelah sang suami mengetahui bahwa sang istri meninggal dengan cara di bunuh oleh sang gadis yang sombong itu. Kemudian sang suami mendatangi rumah gadis tersebut untuk balas dendam. Tetapi belum sempat membalas dendam, sang suami ikut terbunuh oleh gadis sombong itu. Warga desa merasa curiga kepada gadis tersebut, kemudian mereka mendatangi dukun untuk meminta bantuan. Sang dukun mengira bahwa gadis itu melakukan pesugihan rawa rontek. Kemudian sang dukun melakukan kerja sama dengan warga desa untuk memusnahkan rawa rontek dengan cara menggelitiki telinga sang gadis menggunakan ilalang dan menggunakan bambu runcing untuk mnusukan ke gadis tersebut.
            Tiba saatnya, dukun dan warga desa menjalankan rencana yang telah mereka susun untuk memusnahkan rawa rontek. Ketika gadis itu tertidur pulas di atas kursi panjangnya, mereka melakukan aksinya. Dua orang menggelitiki telinga sang gadis dengan menggunakan ilalang. Sebagian lagi menggunakan bambu runcing untuk menancapkanya pada bayangan gadis tersebut sesuai intruksi dukun. Dan akhirnya gadis tersebut beserta pesugihan rawa rontek pun lenyap.
 Penilaian drama:
 Penilaian drama:
Pementasan drama yang berjudul RAWA RONTEK baik sekali. Tokoh-tokohnya sangat totalitas sekali dalam memerankan perannya. Penataan lampu juga sesuai. Audia juga sesuai. Dan ceritanya bisa buat pembelajaran kita semua yang melihat dan memahami maksud dari cerita drama tersebut.




GEGER PANAWIJEN
           Hura-hura di masyarakat Pendukuhan Panawijen gegara Ken Angrok membangun gedunng bioskop, ditengah-tengah  pemukiman pendukuhan Batil. Masyarakat pendukuhan melapor pada Raden Anuspati atau biasa di panggil Den bagus.
           Dikisahkan, Anuspati anak tiri Ken Angrok yang hidup diasingkan di Pendukuhan Panawijen bersma ibunya, Ken Dedes menyuruh akhirnya menyewa pembunuh bayaran yang bernama Suro Bandit untuk membalas dendamnya terhadap ayah tirinya.
           Ia dendam karena sewaktu dirinya dalam kandungan Ken Dedes, ayahnya, Tunggul Ametung, dibunuh Ken Angrok dengan senjata bedil buatan Mpu Gandring. Senjata itulah yang akhirnya menghabisi nyawa Ken Angrok juga.
  Penilaian drama :
Menurut saya drama GEGER PANAWIJEN sangat bagus bisa buat pembelajaran. Pembawaan para tokoh sangat menjiwai perannya masing-masing. Menurut saya drama ini paling bagus di antara RAWA RONTEK dan KEBO NYUSU GUDHEL.
        



KEBO NYUSU GUDHEL
            Pada suatu hari, ada seorang kakek tua yang sedang duduk di kursi ayunan depan tv. Kakek tersebut tertidur pulas tiba-tiba kakek itu mendengar suara gemuruh yang selalu menghantui kakek itu, kemudian kakek itu berteriak memanggil cucu, anak dan mantu dengan sebutan pasukan. (Kakek dalam drama ini digambarkan sebagai seorang yang tangguh, bertanggung jawab dan bijaksana. Akan tetapi kakek selalu dibayangi bayang-bayang masa lalunya sebagai seorang tentara). Akhirnya anak, mantu dan cucunya berjalan malas karena baru bangun tidur. Kemudian kakek menyuruh atau mengatur mereka untuk berjaga-jaga karena sudah ada demo. Tetapi cucu dari kakek tersebut malah senang sekali karena kakeknya bernostalgia menjadi tentara zaman dulu saat kakek masih muda.
            Ketika kakek tersebut pensiun menjadi seorang komandan, sang anak dan sang mantu lah yang dengan sabar merawat dan melayani kakek dengan sebaik mungkin. Ketika kakek meminta sesuatu, sang anak berusaha untuk menurutinya.
Penilaian drama :
Menurut saya drama KEBO NYUSU GUDHEL ceritanya kurang menarik dan membosankan. Tetapi pembawaan pemain dalam drama sangat menjiwai peran masing-masing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar